DAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR
Pecahan kaca berhamburan dan
berserakan di lantai, suara tangis bercampur amarah dan kegaduhan terjadi
dirumah itu...
*****
Nama ku Adinda, sebut saja Dinda.
Aku putri ke 4 dari 5
saudara, dengan dua kakak perempuan, satu kakak laki-laki diatas ku, dan satu
adik perempuan.
Aku lahir dari keluarga yang
bisa dibilang sangat harmonis, tapi itu dulu.. Dulu sebelum kejadian dan
masalah besar itu datang..
Usiaku sekarang sudah
menginjak 18 tahun..
Ini memoriku, memori sejak
aku dibangku SMP. Masih membekas dan masih terjadi sampai sekarang, entah
sampai kapan masalah ini akan berakhir...
Yah sudah bisa ditebak, aku
sekarang Broken home, aku hidup dalam keluarga yang berantakan dan tidak
harmonis lagi.. Memang, memang tidak sedikit orang yang mungkin mengalami nasib
sepertiku..
*****
“Ayah, mengapa kau tega lakukan ini kepada ibu dan kami”!
Suara kakak ku mengencang
dan isak tangis nya tidak bisa dibendung lagi. Dengan darah yang mengalir deras
dari tangannya akibat pecahan kaca yang kena bogem mentahnya, dengan amarah dan
perasaan yang hancur seperti pecahan-pecahan kaca itu.
Ibu ku hendak pingsan dikala
itu, Ibuku hanya bisa diam! Dia shock!
Aku tidak tahu dan aku tidak
bisa berbuat apa-apa, karna aku hanya siswa SMP yang masih berumur belasan
tahun, dan tidak bisa memberi komentar apa-apa kecuali menangis..
Ayahku hanya bisa diam!
“Kalian tahu darimana? Tanya ayahku“
"Ayah
tidak perlu tahu! Dan kami hanya perlu pengakuan dan penjelasan dari ayah"!
Kata kakak-kakakku seraya
menangis
Dan Akhirnya Ayahku
mengaku.. Bahwa ia memang berselingkuh
Bukan hanya berselingkuh,
tapi dia memang sudah menikah sirih dengan perempuan lain!
Shock? Tidak. Aku hanya
memikirkan perasaan yang dirasakan ibuku saat itu.
Aku kasihan pada adikku,
adikku yang belum banyak mengerti, dan tidak seharusnya menyaksikan
pertengkaran ini terjadi..
Aku marah! Aku dendam! Dan
aku benci ayahku!
*****
Ayahku memang jarang pulang,
karena tuntutan kerja diluar kota. Ini satu alasan yang membuatku tidak begitu
akrab dengan kedua orang tua ku, begitu juga dengan ibuku.. Ibuku sering ke
Luar kota dengan tujuan lain.
Kejadian ini terjadi
beberapa waktu yang lalu..
Malam itu ayah dan ibuku hendak
pergi, ntah ada firasat apa aku memaksa meminjam handphone ayahku dengan alasan
SMS temanku untuk menanyakan tugas. Mungkin ayahku lupa, atau menganggapku
bodoh dan berfikir aku tidak akan membaca inbox di handphone nya.
Disaat itu aku hanya bisa
diam, diam saat membaca inbox mesra dari seorang perempuan di handphone ayahku.
Yaaa.. aku? Siswa SMP yang
memergoki perselingkuhan yang dilakukan ayahku!
Aku bingung disaat itu, tapi
aku tidak mau gegabah dan sembarang mengambil keputusan. Aku tahan handphone
itu, dan langsung menelpon kakak kakakku untuk segera pulang..
Aku segera memberi tahu dan
menunjukkan inbox di handphone itu kepada mereka, tapi kami tetap tidak mau
salah ambil keputusan dan tidak mau memberi tahu ibu sebelum kami tahu
kebenarannya.. Dan ayahku pun belum mengetahui, apakah kami sudah tau
perbuatanya?
Panjang cerita, alhasil kami
berhasil menyelidiki perbuatan yang dilakukan ayahku. Dia berselingkuh, dia
sudah menikah lagi, dia menduakan ibuku, dan dia menyakiti kami..
*****
Setelah kejadian itu, aku
tetap berusaha menjalani hari-hariku seperti biasa, seperti tidak pernah
terjadi apa-apa..
Aku memang wanita dan aku
memang masih remaja, tapi aku kuat dan aku tidak mau terpuruk dalam sebuah
masalah bodoh yang terjadi dikeluarga ku..
Ketika aku lulus SMP dan
akan melanjutkan SMA, aku pikir masalah ini sudah selesai, setidaknya ayahku
mengambil keputusan untuk menceraikan perempuan itu, dan kembali pada kami dan
ibuku. Tapi ternyata tidak, ayahku tidak mau mengambil keputusan sepihak, ia
tidak mau menceraikan perempuan itu dan tidak mau menceraikan ibuku juga .
Aku tidak terima, aku tidak
mau ibuku dibuat seperti ini. Dan aku tidak mau keluarga ku digantung layaknya
orang pacaran ..
Aku butuh keputusan, aku
butuh keputusan yang pasti
Ayah.. Apakah kau sayang ibu
dan kami?
Tuhan, jika aku bukan hidup
di negara Hukum, sudah lama aku ingin membunuh perempuan itu, membunuh orang
yang sudah mengambil ayahku, menyakiti ibuku, dan merenggut kebahagiaan
keluargaku!
Tapi apa daya? Aku hanya
manusia biasa, aku hanya bisa berdoa.. Semoga kau memberi balasan yang setimpal,
dan memberi jalan terbaik untuk keluargaku (Amin)
*****
Di duniaku, di pergaulanku,
aku sosok yang ceria, aku sosok perempuan yang bersemangat, tapi sebenarnya aku
menyimpan rahasia besar dan hanya aku dan Tuhan yang tahu..
Kadang aku lelah, kadang aku
capek, dan tidak jarang aku mengeluh dengan hidup ini.
Masalah yang datang sejak
aku dibangku SMP dan sampai sekarang, belum ada penyelesaian yang pasti..
Aku iri dengan
teman-temanku, aku iri dengan mereka yang bisa dengan bebas menceritakan dan
membangga-bangga kan orang tua nya di depan ku.
Satu yang aku fikirkan, satu
yang akan menjadi target hidupku. Aku hanya ingin membanggakan ibuku, dengan
usahaku, dengan kerja kerasku. Dan aku akan membuat ayahku iri karena telah
menyia-nyiakan kami..
Ayah.. Apakah kau merindukan
kami?
Dalam lamunanku aku
tersadar, dalam kenyataan aku bertanya, apakah ayahku merindukan kami? Apakah
ayahku memikirkan kami, anak-anaknya..
Apakah ayahku akan kembali?
Apakah keluargaku akan kembali seperti dulu? Rasanya tidak :) Hanya Tuhan yang tahu..
Selamat hari ayah Nasional!
Berbahagialah kalian <3