Background
Semua sudah tahu jika merokok menjadi faktor risiko utama terjadinya kanker paru dan sakit jantung. Semua juga tahu bahwa merokok dapat menguningkan gigi, mengeriputkan kulit, menodai jari dan merusak kemampuan seseorang untuk mencium dan mengecap.
Tetap tidak terpengaruh dengan kondisi tersebut? Tetap ingin merokok? Berikut beberapa hal lain yang bisa dialami bila seseorang tetap merokok.
 
Psoriasis
Merokok memang tidak menjadi penyebab langsung terjadinya penyakit autoimun ini namun menurut beberapa studi menyebutkan bahwa merokok tetap berpengaruh terhadap peningkatan risiko terjadinya psoriasis pada seseorang yang telah memiliki gen pembawa psoriasis.
 
Gangren
Mungkin anda sudah pernah mendengar tentang gangren. Gangren adalah jaringan tubuh yang membusuk dan mengeluarkan bau yang sangat khas. Gangren terjadi saat jaringan tubuh khususnya pada anggota gerak tidak mendapatkan suplai darah yang mencukupi. Dalam jangka panjang, merokok dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga rentan terjadi bendungan. Inilah cikal bakal gangren pada perokok.

Impoten
Bila penyempitan pembuluh darah terjadi pada pembuluh darah yang melayani alat kelamin pria maka terjadilah apa yang disebut gangguan ereksi atau impoten. Jadi, tidak benar pria perokok itu akan selamanya menjadi pria sejati khususnya dalam hal kemampuan alat kelaminnya. Gangguan ereksi akibat rokok tidak terlalu terpengaruh saat perokok minum obat viagra atau cialis.
 
Stroke
Gangguan akibat rokok juga berimbas pada pembuluh darah yang melayani otak. Penyempitan dan bendungan pembuluh darah otak menyebabkan seseorang berisiko menderita stroke. Kalaupun stroke tidak membunuh namun penyakit ini berisiko menimbulkan kecacatan atau kelumpuhan jangka panjang.
 
Kebutaan
Lihatlah disekeliling anda. Betapa indah dan berwarnanya dunia ini. Tetap merokok akan menyebabkan keindahan itu berangsur angsur sirna karena anda berisiko menderita kebutaan yang disebabkan oleh degenerasi makular. Mengapa? Karena merokok menyebabkan pembuluh darah yang melayani retina mengalami gangguan.

Nyeri Tulang Belakang Khronis
Tulang belakang memang tidak terus menerus dalam kondisi bagus namun merokok dapat mempercepat terjadinya masalah pada tulang belakang. Lempengan sendi tulang belakang secara bertahap akan kehilangan cairan dan tidak mampu menyangga tubuh dengan baik sehingga menyebabkan seseorang kerap menderita sakit pinggang dan gangguan tulang belakang lainnya.
 
Kanker
Merokok dan kanker paru tentu sudah tidak asing lagi dan menjadi alasan utama untuk berhenti merokok. Jangan lupa, merokok juga menyebabkan seseorang berisiko menderita kanker liver, ginjal, kandung kemih, mulut, bibir, tenggorokan, laring, kerongkongan, lambung, pankreas, usus besar dan serviks. Oh ya, leukemia juga. 

Bagaimana? Masih tetap mau merokok?
Anda tidak merokok karena anda tahu dan sadar bahayanya merokok, tapi bagaimana dengan perokok pasif? Seperti halnya perokok aktif, menjadi perokok pasif juga menyebabkan seseorang berisiko menderita berbagai masalah kesehatan seperti sakit jantung, sakit paru paru dan berbagai jenis kanker. Kita harus memahami tentang bahaya menjadi perokok pasif dan berusaha melindungi diri dan orang yang kita cintai dari bahaya asap rokok.
Apa itu perokok pasif?
Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap rokok baik yang berasal dari hembusan nafas perokok maupun dari batang rokok yang sedang terbakar. Asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya, diantaranya:
Ammonia, yang digunakan pada produk pembersih.
Butane, yang digunakan untuk menjernihkan cairan.
Karbon monoksida, yang umumnya keluar dari asap knalpot kendaraan.
Khromium, digunakan untuk membuat baja.
Sianida, digunakan untuk senjata kimia.
Formalin, digunakan pada industri kimia.
Timah, logam beracun.
Polonium, zat radioaktif.

Partikel dari asap rokok ini dapat berada dalam udara ruangan sampai beberapa jam dan residu partikel ini dapat menempel pada rambut, pakaian dan perabot yang terdapat di dalam ruangan tersebut.
Seberapa bahayanya menjadi perokok pasif?
Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa dialami oleh mereka yang menjadi perokok pasif:
  • Penyakit paru. Paparan asap rokok menganggu sistem pernafasan terutama pada mereka yang menderita asma dan penyakit paru menahun (COPD).
  • Penyakit jantung. Paparan asap rokok merusak pembuluh darah dan menganggu sirkulasi darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung.
  • Kanker. Asap rokok telah terkenal menjadi faktor risiko utama kanker paru. Benzena yang terdapat pada asap rokok juga dapat meningkatkan risiko kanker darah atau leukemia.
Bila yang menjadi perokok pasif adalah anak anak maka dia akan berisiko mengalami:
  • Berat badan kelahiran yang rendah. Paparan asap rokok selama kehamilan akan menyebabkan ibu hamil melahirkan anak dengan berat badan yang rendah.
  • Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Anak anak yang menjadi perokok pasif akan meningkatkan risiko mengalami SIDS.
  • Asma. Merokok pasif akan meningkatkan risiko dan keparahan asma pada anak anak.
  • Infeksi. Anak anak yang hidup bersama perokok lebih mudah menderita infeksi terutama pada saluran nafas seperti bronkhitis, radang paru paru dan infeksi pada telinga.
Menjadi perokok pasif juga menyebabkan seseorang berisiko menderita batuk berdahak kronis, sesak nafas dan iritasi pada mata dan hidung.
Bisakah berhenti menjadi perokok pasif?
Dengan perencanaan yang baik, anda bisa mengurangi atau menghindari paparan asap rokok dari para perokok. Ingat, adalah hak anda untuk bernafas dan menghirup udara yang segar. Lakukanlah beberapa langkah sederhana berikut:
  • Jangan biarkan orang merokok di dalam rumah anda. Jika keluarga atau tamu ingin merokok, sarankan mereka untuk merokok di luar rumah. Ventilasi dan AC tidak terlalu efektif untuk menyingkirkan dampak asap rokok di dalam rumah.
  • Jangan biarkan orang merokok di dalam mobil. Jika penumpang kendaraan harus merokok selama perjalanan, berhentilah dan sarankan mereka merokok di tempat peristirahatan atau di luar mobil.
  • Desaklah aturan yang ketat tentang rokok di tempat kerja. Aturan tentang merokok di ruang publik tertutup sudah sangat ketat di beberapa daerah.
  • Saat bepergian, pilihlah tempat yang bebas asap rokok. Berkunjunglah hanya ke tempat tempat yang memiliki aturan yang ketat terhadap larangan merokok di ruang tertutup.
  • Berlanggananlah untuk makan atau minum di tempat makan/restoran yang memiliki aturan ketat tentang larangan merokok.
  • Jika harus menginap di sebuah hotel, pilihlah hotel yang memiliki kamar bebas asap rokok.
Jika pasangan anda merokok, teruslah mendorongnya untuk berhenti merokok. Seluruh anggota keluarga akan mendapatkan manfaat bila pasangan anda mau berhenti merokok.
Domo Jumping Up and Down Tweets by @oyondLS